Bupati OKI Terenyuh Lihat Kondisi Atap Bocor dan Lantai Lapuk Rumah Nenek Asmawati

Palembang180 Views

OKI, Sumberpintar.com Atap rumah yang berlubang dan lantai kayu yang lapuk menyambut kedatangan Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Muchendi saat Safari Jum’at di Desa Kuripan, Kecamatan Tanjung Lubuk, Jum’at (02/01/2026).

Di rumah sederhana itulah Nenek Asmawati, seorang lansia, bertahan hidup bersama anaknya yang berkebutuhan khusus, menunggu hujan reda, agar air tak lagi membasahi ruang dapur mereka.

Kunjungan tersebut merupakan rangkaian Safari Jum’at yang digelar Bupati OKI sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat hingga ke tingkat desa.

Melalui kegiatan itu, Muchendi mengaku ingin memastikan kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan warga, meski keterbatasan waktu tidak memungkinkan menjangkau seluruh desa di Kabupaten OKI.

“Kalau sudah didatangi langsung, insya Allah akan terkenang di hati. Meski tidak mungkin hadir ke seluruh 327 desa, pemerintah tetap berupaya menghadirkan program pembangunan hingga ke tengah masyarakat,” ujar Muchendi selaku bUpati OKi.

Ia menyebutkan, meski baru dua kali berkunjung ke wilayah Kecamatan Tanjung Lubuk, sejumlah program pemerintah telah mulai dirasakan masyarakat, salah satunya melalui perbaikan infrastruktur jalan desa.

Usai melaksanakan Safari Jum’at, Muchendi bersama jajaran meninjau langsung rumah Asmawati yang dinilai tidak layak huni.

Kondisi atap dapur yang berlubang membuat air hujan langsung menggenangi lantai kayu yang sudah rapuh dan berisiko ambruk.

“Kami tidak punya uang untuk memperbaiki rumah. Untuk makan sehari-hari saja sudah susah,” ujar nenek Asmawati dengan suara lirih.

Asmawati diketahui telah terdaftar sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) namun, kondisi rumah yang ditempatinya saat ini, membutuhkan penanganan segera, agar aman untuk ditinggali, terutama di tengah musim hujan.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati OKI langsung menginstruksikan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) OKI, untuk mengusulkan rumah Asmawati masuk dalam program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Agar segera dimasukkan dalam program RTLH sehingga bisa diperbaiki,” kata Muchendi sembari menyerahkan bantuan tali asih kepada keluarga tersebut.

Selain rumah Asmawati, rombongan Bupati OKI juga meninjau rumah lain yang ditempati tiga bersaudara, Muhammad, Susi, dan Ratih. Ketiganya tinggal di bangunan berukuran sekitar 2 x 3 meter yang dinilai sangat tidak layak sebagai tempat tinggal.

“Sebelumnya mereka tinggal di kebun, lalu membangun rumah di sini. Kondisinya memang sangat kecil dan kurang layak,” ujar Ratih, bidan desa setempat.

Melihat kondisi tersebut, Muchendi mengaku prihatin.Ia menegaskan bahwa, Pemerintah Kabupaten OKI akan mengupayakan renovasi rumah warga secepatnya, terutama pada bagian atap dan struktur bangunan yang telah tua dan berisiko roboh.

“Perbaikan akan segera diupayakan, apalagi saat ini sedang musim hujan,” ujarnya.

Untuk mempercepat penanganan, Pemkab OKI juga akan berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) OKI agar proses perbaikan rumah warga dapat segera direalisasikan.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Baznas, agar keluarga ini bisa segera tinggal dengan aman dan nyaman,” pungkas Muchendi.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *