Sumberpintar.com Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadikan Lomba Balita Indonesia Tingkat Kabupaten bukan sekadar ajang memilih balita sehat, tetapi juga sebagai media edukasi bagi keluarga tentang pentingnya pola asuh yang tepat dalam mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting sejak dini.
Kegiatan yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKI, Rabu (15/07/2026), diikuti 36 balita terbaik hasil seleksi dari seluruh kecamatan. Para peserta terbagi dalam dua kategori usia, yakni 6–24 bulan dan 24–59 bulan.
Mewakili Bupati OKI, Sekretaris Daerah Kabupaten OKI Asmar Wijaya mengatakan bahwa kualitas sumber daya manusia harus dibangun sejak usia dini melalui pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan yang memadai, serta lingkungan pengasuhan yang mendukung perkembangan anak.
“Anak adalah anugerah sekaligus amanah. Masa depan daerah dan bangsa ditentukan oleh bagaimana kita memenuhi kebutuhan gizi, kesehatan, dan tumbuh kembang mereka sejak usia dini,” ujar Asmar.
Ia menegaskan, stunting tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik anak, tetapi juga perkembangan otak, kemampuan belajar, hingga produktivitas ketika dewasa. Oleh karena itu, pencegahannya memerlukan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari keluarga, tenaga kesehatan, hingga pemerintah.
Menurut Asmar, Pemerintah Kabupaten OKI terus memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak melalui optimalisasi pelayanan puskesmas dan posyandu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, perluasan cakupan imunisasi, edukasi gizi, serta kolaborasi lintas sektor dalam upaya menurunkan angka stunting.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten OKI, Ike Meilina Muchendi, menekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama yang membentuk karakter sekaligus kualitas anak. Menurutnya, usia nol hingga lima tahun merupakan masa emas perkembangan yang membutuhkan perhatian penuh dari orang tua.
Ia mengajak seluruh keluarga untuk membiasakan pemberian makanan bergizi berbahan alami (real food) serta menciptakan lingkungan rumah yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.
“Rumah harus menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi anak. Keberanian mereka menghadapi dunia luar tumbuh dari kedekatan dan kasih sayang orang tua,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Alamsyah, menjelaskan bahwa penilaian lomba dilakukan secara komprehensif oleh tim multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis anak, dokter umum, psikolog, ahli gizi, serta Tim Penggerak PKK.
Aspek yang dinilai meliputi kondisi kesehatan, pertumbuhan, perkembangan anak, hingga pola asuh yang diterapkan dalam keluarga. Balita terbaik nantinya akan mewakili Kabupaten OKI pada Lomba Balita Indonesia tingkat Provinsi Sumatera Selatan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten OKI berharap edukasi mengenai pola asuh anak tidak berhenti pada pelaksanaan lomba semata, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, setiap keluarga mampu menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai modal pembangunan daerah di masa depan.
(Mas Tris)







