Murid SMP Negeri 13 Bandar Lampung Diajarkan Membuat Karya Tulis melalui Teknik Pembelajaran Outing Class

SMP25 Views

Sumberpintar.com Murid SMP Negeri 13 Bandar Lampung kelas VII, VIII dan IX menggelar teknik pembelajaran melalui Outing Class rencananya satu hari, “ujar Amaroh selaku Kepala Sekolah.

 

Outing class akan dilaksanakan untuk kelas VII, Selasa 29 September 2026 di Kebun Raya Itera, kelas VIII, Rabu 30 September 2026 ke Situs Pugung Raharjo Lampung Timur dan kelas IX, Kamis 01 Oktober 2026 di Jungle Sea, ” ujar Amaroh, Senin (21/09/2026), selaku Kepala SMP Negeri 13 Bandar Lampung.

 

Outing class merupakan kegiatan pembelajaran yang diadakan di luar kelas. Outing class ini merupakan salah satu cara yang paling efektif dan efisien dalam menyampaikan pembelajaran yang bukan didasarkan dari teori saja, tapi juga pembuktian di lapangan secara langsung, ” tutur Abdul Rohman.

 

Outing Class merupakan bagian dari pembelajaran Kokurikuler.

 

Kokurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilaksanakan sebagai pendamping dan penguat kegiatan pembelajaran intrakurikuler di kelas.

 

Jika pembelajaran intrakurikuler lebih banyak dilakukan melalui proses belajar mengajar di dalam kelas sesuai mata pelajaran, maka kegiatan kokurikuler memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang telah dipelajari dalam situasi yang lebih nyata, “ujar Abdul Rohman, Senin (21/09/2026).

.

Kegiatan kokurikuler dapat dilakukan di dalam maupun di luar lingkungan sekolah. Bentuknya dapat berupa proyek, penelitian sederhana, pengamatan lingkungan, kunjungan edukatif, praktik lapangan, diskusi, wawancara, maupun kegiatan lain yang memiliki tujuan pembelajaran.

 

Kokurikuler bukan sekadar kegiatan untuk bersenang-senang di luar kelas. Setiap kegiatan kokurikuler harus memiliki tujuan pendidikan dan keterkaitan dengan proses pembelajaran.

 

Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghubungkan teori dengan kehidupan sehari-hari.

 

Manfaat kegiatan Kokurikuler memberikan banyak manfaat bagi peserta didik, ” terang Abdul Rohman.

 

Beberapa manfaat tersebut antara lain:

Pertama, meningkatkan pemahaman siswa.

Siswa dapat melihat dan mengalami secara langsung hal-hal yang sebelumnya hanya dipelajari melalui buku atau penjelasan guru.

 

Kedua, mengembangkan keterampilan.

Melalui kegiatan pengamatan, wawancara, diskusi, pengumpulan data, dan penyusunan laporan, siswa belajar berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, serta menyelesaikan masalah.

 

Ketiga, meningkatkan kemandirian dan tanggung jawab.

Siswa diberikan kesempatan untuk merencanakan kegiatan, melaksanakan tugas, mengumpulkan informasi, dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya.

 

Keempat, menumbuhkan kemampuan bekerja sama.

Kegiatan kokurikuler sering dilakukan secara berkelompok sehingga siswa belajar membagi tugas, menghargai pendapat teman, dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan.

 

Kelima, memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi dapat dilakukan melalui pengalaman langsung sehingga siswa lebih mudah memahami dan mengingat materi.

 

Hubungan Kokurikuler dengan Outing Class?

Outing class merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dapat dirancang sebagai kegiatan kokurikuler, apabila pelaksanaannya memiliki tujuan pembelajaran yang jelas dan berkaitan dengan pembelajaran di sekolah.

Melalui outing class, siswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung di luar lingkungan kelas.

 

Mereka dapat mengamati objek, melakukan wawancara, mencatat informasi, mengumpulkan data, berdiskusi, kemudian mengolah hasil pengamatan menjadi sebuah tugas atau karya.

 

Sebagai contoh, dalam kegiatan outing class dengan tema “Manfaat Tanaman Herbal terhadap Kesehatan Manusia”, siswa tidak hanya mengunjungi suatu tempat untuk melihat tanaman herbal.

 

Siswa dapat diberikan tugas untuk mengenali jenis tanaman, mengamati bagian tanaman yang digunakan, mencari informasi mengenai manfaatnya, melakukan wawancara dengan narasumber, mencatat hasil pengamatan, kemudian menyusun laporan atau karya tulis sederhana, “ungkap Abdul Rohman.

 

Ditambahkan oleh Kepala SMP Negeri 13 Bandar Lampunng, ijin sudah dilayangkan surat ke Dinas Pendidikan Bandar Lampung serta prosedur sudah dijalankan, telah mendapatkan persetujuan orang tua murid, ” tambah Amaroh.

 

Tidak ada paksaan untuk siswa untuk harus ikut semua melalui proses dan kesepakatan serta kebersamaan,”terang Amaroh.

 

Output dari kegiatan outing class,murid memiliki pembelajaran untuk literasi menulis dan berfikir kritis yang akan dituangkan dalam karya tulis siswa dengan tulis tangan, “pungkas Amaroh.

 

Siswa sudah diberikan pembekalan setiap minggu sebelum Outing Class bagaimana teknik observasi, wawancara dan kerangka menulis.

 

Dengan cara tersebut, outing class menjadi bagian dari proses pembelajaran yang lebih luas. Kegiatan di luar kelas menjadi pengalaman nyata yang memperkuat materi yang telah dipelajari di dalam kelas, ” tutur Abdul Rohman.

 

Sementara outing class dapat menjadi salah satu sarana pelaksanaan kegiatan kokurikuler.

 

Melalui outing class, siswa belajar dari lingkungan secara langsung, kemudian menghubungkan pengalaman tersebut dengan materi pembelajaran.

 

Oleh karena itu, outing class bukan hanya kegiatan rekreasi atau kunjungan biasa, tetapi dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran apabila dirancang dengan baik.

 

Adanya kegiatan ini, murid diharapkan mampu memiliki pengetahuan dan wawasan yang lebih mengenai keadaan, sejarah, dan kekayaan lingkungan sekitar, “harap Abdul Rahman, S.Pd.selaku guru SMP N 13 Bandar Lampung.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *