Dedi Yuginta Tekankan Pentingnya Peringati Sejarah Hari Lahir Pancasila 

DPRD41 Views

Sumberpintar.com Dedi Yuginta anggota Legislatif DPRD Kota Bandar Lampung Komisi III gelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan kepada masyarakat, Kamis (04/06/2026).

 

Dua Narasumber PIP-WK yaitu Noviansyah, S.Sos dan Rahmad Nafindra S.IP.

 

Pancasila lahir pada tanggal 1 Juni 1945 dalam pidato yang bersejarah oleh Soekarno. Inilah mengapa tanggal tersebut kemudian diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila.

 

Soekarno

Pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato yang memperkenalkan lima prinsip dasar yang ia beri nama Pancasila. Lima prinsip tersebut adalah: Kebangsaan Indonesia,Internasionalisme atau Perikemanusiaan,Mufakat atau Demokrasi,Kesejahteraan Sosial dan Ketuhanan yang Berkebudayaan, “terangnya.

 

Soekarno juga menyarankan bahwa kelima sila ini bisa diringkas menjadi Trisila (Tiga Sila), atau bahkan Ekasila (Satu Sila), yaitu Gotong Royong, yang merupakan nilai inti dari Pancasila.

 

Panitia Sembilan

Setelah usulan dari para tokoh, BPUPKI membentuk sebuah panitia kecil yang dikenal sebagai Panitia Sembilan, yang bertugas untuk merumuskan naskah dasar negara.

Panitia ini terdiri dari sembilan anggota, yakni:

Soekarno,Muhammad Hatta,Muhammad Yamin,Achmad Subardjo,Agus Salim,Abikusno Tjokrosujoso,Wahid Hasyim,Abdul Kahar Muzakkir dan A.A. Maramis

 

Setelah diskusi dan usulan-usulan tersebut, Panitia Sembilan yang dibentuk oleh BPUPKI menghasilkan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945, yang merupakan rumusan awal dari Pancasila.

 

Dalam Piagam Jakarta, lima sila yang dirumuskan adalah sebagai berikut.

Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Persatuan Indonesia

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/ Perwakilan

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

 

Namun, kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diubah pada 18 Agustus 1945 demi menjaga kesatuan dan persatuan bangsa, dan akhirnya lahirlah rumusan Pancasila yang kita kenal saat ini.

 

Setelah perdebatan dan penyesuaian, Pancasila akhirnya disyahkan dalam sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945, dengan rumusan sebagai berikut.

Ketuhanan Yang Maha Esa

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Persatuan Indonesia

Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

 

Rumusan inilah yang menjadi dasar negara Indonesia hingga sekarang.

 

 

Pancasila menjadi sumber utama dari segala hukum yang ada di Indonesia. Ini artinya, setiap peraturan dan undang-undang harus sesuai dengan nilai-nilai yang ada di dalam Pancasila. Dengan adanya Pancasila, hukum di Indonesia jadi lebih kuat untuk menjaga ketertiban dan keadilan di seluruh lapisan masyarakat.

 

Pancasila ngga cuma penting di aspek hukum, tapi juga dalam menjaga persatuan bangsa kita, guys. Lewat Pancasila, kita diajak untuk saling menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi rasa persaudaraan. Inilah yang membuat Pancasila menjadi pondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat dan harmonis.

 

Pancasila Sebagai Ideologi Negara

Pancasila bukan cuma jadi dasar hukum, tapi juga berfungsi sebagai ideologi negara yang mengarahkan tindakan dan kebijakan pemerintahan.

 

Sebagai ideologi, Pancasila memberikan panduan untuk membangun bangsa dan negara dengan tujuan menciptakan keadilan sosial serta kesejahteraan bagi semua rakyat.

 

 

Pancasila juga berperan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, guys. Lewat Pancasila, kita diajak untuk selalu menghargai perbedaan dan menjunjung tinggi rasa persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.

 

 

Selain jadi dasar negara, Pancasila juga berperan sebagai ideologi dan pandangan hidup yang mengarahkan masyarakat dalam berperilaku.

 

Selain itu, Pancasila juga berfungsi sebagai alat pemersatu bangsa, membantu menciptakan norma dan nilai yang mendukung kerukunan di tengah perbedaan yang ada.

 

 

Adanya Pancasila, diharapkan masyarakat dapat hidup rukun dan damai. Pancasila mengajak kita untuk saling menghormati dan menerima perbedaan, sehingga kita bisa bersama-sama membangun bangsa yang lebih baik, “ajak Dedi Yuginta.

 

Dalam konteks ini, Pancasila bukan sekadar teori, tetapi menjadi pedoman nyata dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

Masyarakat Indonesia harus mengetahui sejarah dan makna Pancasila. Diharapkan kita semua bisa lebih menghargai dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pancasila adalah identitas bangsa Indonesia yang harus kita jaga dan lestarikan. Jadi, mari kita praktikkan Pancasila dalam tindakan nyata demi kebaikan bersama, “tutupnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *