Gerbong Kekuasaan Bergerak: Muchendi Rombak 115 Kursi Strategis

Palembang124 Views

Sumberpintar.com Sunyi yang panjang itu akhirnya pecah. Setelah setahun memimpin Kabupaten Ogan Komering Ilir, (OKI ), Sumatera Selatan,Bupati H. Muchendi melantik 115 pejabat dalam satu momentum besar.

 

Dari pimpinan tinggi pratama hingga pejabat administrasi. Perombakan ini menjadi signal kuat bahwa, kendali birokrasi kini sepenuhnya berada dalam orbit kepemimpinannya.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan digelar Selasa (03/03/2026) di Kantor Bupati OKI.

 

Total pejabat yang dilantik terdiri atas satu pejabat pimpinan tinggi (JPT) pratama hasil evaluasi kinerja, tiga JPT pratama hasil uji kompetensi, 108 pejabat administrasi untuk mengisi jabatan sekretaris, kepala bagian, kepala bidang, lurah, kepala seksi, dan kepala subbagian, serta tiga pejabat yang beralih dari jabatan administrasi ke jabatan fungsional.

Tiga pejabat fungsional tersebut masing-masing diangkat sebagai Asesor SDM Aparatur Ahli Madya pada BKPSDM, Perencana Ahli Madya pada Bappeda, serta Auditor pada Inspektorat Daerah.

Kepala BKPSDM Kabupaten OKI, Antonius Leonardo, menyatakan seluruh proses rotasi dan promosi telah melalui tahapan sesuai ketentuan perundang-undangan serta memperoleh rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Untuk jabatan pimpinan tinggi pratama, mekanisme dilakukan melalui evaluasi kinerja dan uji kompetensi berbasis sistem merit. Sedangkan pejabat administrasi dilantik untuk mengisi jabatan yang lowong serta menyesuaikan kebutuhan organisasi,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Muchendi menegaskan jabatan bukanlah hadiah, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

 

Ia menyebut penempatan pejabat dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan penilaian kinerja, bukan kedekatan personal.

“Saya tidak mengenal Saudara satu per satu, sehingga rotasi dan penempatan ini murni berdasarkan penilaian dan kinerja Saudara,” tegasnya.

Ia juga memastikan tidak ada pejabat yang dinonjobkan dalam perombakan kali ini. Menurutnya, rotasi merupakan mekanisme lazim dalam birokrasi untuk merespons dinamika beban kerja dan tuntutan pelayanan publik yang terus berkembang.

“Saya meramu tim untuk membantu saya dan Wakil Bupati di masa jabatan kami. Semua ada tempat. Yang kita bangun adalah tim kerja yang solid,” ujarnya.

Muchendi turut menyinggung praktik patronase politik yang menurutnya harus ditinggalkan. Ia menekankan bahwa penempatan jabatan kini ditegaskan berbasis merit, kompetensi, serta manajemen talenta.

Selain menjaga integritas, para pejabat juga diingatkan untuk tidak memanipulasi data demi pencitraan kinerja.

“Kalau baik, katakan baik. Kalau buruk, katakan buruk. Jangan memanipulasi data untuk terlihat baik,” katanya.

Bupati juga mendorong inovasi dan adaptasi terhadap digitalisasi pelayanan publik, dengan tetap mematuhi regulasi serta etika birokrasi. Pejabat diminta menjaga rahasia jabatan dan membangun kultur kerja yang sehat dan produktif melalui kepemimpinan terbuka.

“Silakan berinovasi. Saya akan mendukung setiap gagasan yang memiliki dasar kuat dan tujuan yang jelas bagi peningkatan pelayanan masyarakat. Bagi ASN yang berkinerja baik, kesempatan promosi terbuka,” ujarnya.

Perombakan ini menandai fase konsolidasi pemerintahan Muchendi dalam memperkuat barisan internal sekaligus mengarahkan mesin birokrasi OKI, agar bergerak lebih terukur, responsif, dan selaras dengan agenda pembangunan daerah.

(Mas Tris)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *